TALUN, (CNC).- Kapolres Cirebon, AKBP Chiko Ardiwiatto, meminta hubungan yang baik yang selama ini telah terjalin antara kepolisian dengan para jurnalis di Kabupaten Cirebon terus dipertahankan.

Hal tersebut dikemukakannya saat melakukan dilaturahmi bersama para jurnalis di sebuah rumah makan di Talun, Jumat (19/9).

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakapolres, para Kabag, Kasat, Kasubbag Humas AKP Iwan Gunawan SH, Kapolsek Talun AKP H Dhianto serta puluhan wartawan baik cetak maupun elektronik. (Aji/CNC)

SUMBER, (CNC).- Kekhawatiran adanya pergerakan massa menjelang pengumuman hasil Sidang Mahkamah Konstitusi tentang perselisihan Hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Rabu (20/8) mendatang ternyata sudah diantisipasi oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat. Polda Jabar memerintahkan langsung kepada seluruh Polres untuk melakukan simulasi persiapan kekacauan yang terjadi saat pengumuman nanti.

Terlihat di halaman Polres Cirebon, Jalan Dewi Sartika Kecamatan Sumber, Senin (18/8) saat dilaksanakannya simulasi pengamanan oleh Jajaran Polres Cirebon. Puluhan anggota terbagi menjadi dua kelompok yaitu memerankan pendemo dan juga sebagai pengaman wilayah.

Kapolres Cirebon, AKBP Irman Sugema membenarkan kegiatan ini merupakan arahan langsung Kapolda Jabar, Irjen Pol Muhamad Iriawan. Oleh karena itulah, pihaknya segera melaksanakan perintah untuk melakukan simulasi. “Kegiatan seperti ini serentak dilakukan di seluruh Polres dibawah naungan Polda Jabar. Kegiatan ini sendiri, semata-mata untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” jelasnya kepada awak media.

Untuk wilayah hukum Polres Cirebon sendiri, Kapolres menyatakan tidak ada tanda-tanda akan terjadinya kekacauan. Hal itu juga diperkuat atas keterangan masing-masing pihak yang menyatakan siap untuk mendukung terciptanya kondusifitas selama masa pilpres ini.

Akan tetapi, kapolres tidak menampik adanya isu yang berkembang di masyarakat akan adanya aksi massa dari kabupaten Cirebon yang hendak menuju Gedung MK Jakarta. “Memang ada isu seperti itu, tapi kami juga tetap berkoordinasi dengan semua tim sukses termasuk juga petugas kami di tingkat bawah untuk selalu mengawasi setiap pergerakan yang terjadi. kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah menjaga ketertiban selama ini dan jangan sampai keamanan terganggu oleh adanya tindakan yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Kapolres bahkan menghimbau kepada masyarakat untuk tetap berkoordinasi dengan anggota kepolisian apabila menemukan hal baru yang mencurigakan. “Petugas kami di setiap desa ada dan masyarakat bisa langsung melaporkan. Mari sama-sama kita jaga kondusifitas Kabupaten Cirebon yang sudah sangat bagus ini,” tandasnya. (Adk/CNC)

DEPOK, (CNC).- Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengantisipasi maraknya miras oplosan, pihak kepolisian Polsek Depok melaksanakan razia miras, Jumat (15/8). Dari razia ini petugas mengamankan 50 botol miras berbagai merk dari sebuah warung milik Bahrudin yang berada di blok Jonggrang Desa Plumbon Kecamtan Plumbon.

“Ini merupakan kegiatan razia pekat yang rutin dilakukan Polsek Depok untuk menjaga kamtibmas di masyarkat serta mempersempit peredaran miras oplosan yang sudah banyak makan korban, sehingga miras opolsan di wilayah Depok tidak bisa masuk dengan gencarnya kita melakukan razia,” kata Kapolsek Depok AKP Sobirin.

Menurutnya tindak pidana banyak terjadi karena diakibatkan oleh miras sehingga pihaknya tak henti-hentinya akan terus melakukan razia dan karena saat ini marak miras oplosan sehinga sesuai perintah Kapolres Cirebon untuk kegiatan rutin melakukan razia yang bisa mempersempit peredaran miras.

“Razia pekat ini akan terus dilakukan tiap hari agar para penjual yang merupakn pemain lama agar bias jera karena ikita sering terus melakukan razia, apa lagi saat ini maarak miras oplosan sehingga Depok aman dari miras Oplosan,” ungkap Kapolsek.

Pihaknya berharap masyarakat untuk melaporkan apabila melihat atau mengetahui orang yang berjualan miras apalagi ada pelaku miras opolsan untuk segera melaporkan kepada pihaknya begitu bjuga apa bila ada tindak kriminal lainnya yang menggangu Kamtibmas ntuk segera melaporkannya. (Ade/CNC)

SUMBER, (CNC).- Jumlah kendaraan yang melintas wilayah hukum Kabupaten Cirebon selama arus mudik dan balik tahun 2014 mengalami kenaikan sedikitnya 7% dari tahun sebelumnya. Hal ini disampaikan Kapolres Cirebon AKBP Irman Sugema saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Rabu (6/8).

“Secara keselurahan ada kenaikan kendaraan yang melintas wilayah Polres Cirebon ini sebanyak 7% dari tahun seblumnya. Ini berkat kerjasama dari semua pihak yang sudah mengupayakan jalannya oprasi kemanusian ketupat lodaya 2014 ini, sehingga masyarakat yang menggunakan jalan untuk bisa tertib dalam berlalulintas,” katanya.

Kedepan menurut Kapolres, untuk oprasi kemanusiaan ketupat lodaya harus bisa disiapkan sarana dan prasarana yang lebih baik, terutama jalan-jalan alternative. “Saya prediksikan untuk pusat kesibukan pada arus mudik dan balik tahun depan karena tol sudah jadi, maka kesibukannya akan berada di daerah Kanci sampai Losari, namun itu semua hanya prediksi mudah-mudahan tidak terjadi,” ujarnya.

Pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki oleh pemerintah, menurut Kapolres adalah Pasar tumpah, rumah makan yang tidak memiliki lahan parkir dan yang menggunakan bahu jalan untuk parkir sehingga terjadi kemacetan.

“Jangan perbaikan di hilirnya saja, tetapi di hulu juga lebih penting, kalau parkir dan pasar menjadi penyebab kemacetan ya bagaimana caranya supaya tidak mengganggu aktifitas dari masyarakat,” tandasnya. (Adk/CNC)

SUMBER, (CNC).- Kapolres Cirebon AKBP Irman Sugema secara simbolis menyerahkan jaket kepada puluhan wartawan di halaman Mapolres Cirebon Jalan R. Dewi Sartika Sumber Kabupaten Cirebon, Rabu (6/8).

Penyerahan 37 jaket kepada jurnalis di Cirebon tersebut menandakan jurnalis merupakan mitra kepolisian. Dengan, adanya pemberian jaket ini diharapkan jurnalis dan polisi bisa saling membantu dalam manjaga, mengayomi dan melindungi masyarakat. (Enon/CNC)

SUMBER, (CNC).- Kapolres Cirebon AKBP Irman Sugema meminta kepada anggotanya untuk tetap disiplin dan siap bila diperlukan secepatnya. Dan ini harus tetap dibiasakan sehingga tidak mengganggu ego sektoral.

Hal itu terungkap saat apel pagi dalam acara halal bihalal di halaman Mapolres Cirebon, Rabu (6/8) pagi.

Menurutnya, sudah waktunya polisi memberikan yang terbaik kepada kepolisian. Dimana saat para kapolsek diminta untuk menghadirkan anggotanya oleh pimpinan maka datangkan semaksimal mungkin.

"Saya pengen merk Polres Cirebon lebih baik lagi di tahun depan, jangan sampai pimpinan meminta anggota tiga orang yang hadir satu dan dua orang saja, ini jelas tidak benar," terangnya. (Enon/CNC)

SUMBER, (CNC).- Kapolres Cirebon AKBP Irman Sugema menghimbau kepada masyarkat Kabupaten Cirebon untuk tidak merusak bambu-bambu penutup U-ten (tolo-tolo.red), karena tolo-tolo berfungsi untuk mengalihkan arus kendaraan selama Operasi Ketupat Lodaya. Hal ini disampaikan Kapolres saat dikonfirmasi awak media usai melakukan gelar Pasukan di Stadion Rangga Jati Sumber Cirebon, Senin (21/7).

“Jadi masyarakat tolong jangan banyak dirusak, sehingga tidak banyak perputaran yang akan menambah kemacetan” ungkapnya.

Dikatakan Kapolres dua titik rawan kemacetan yang ada di wilayah hukum Polres Cirebon adalah di Pasar tumpah Tegal Gubung dan juga crossing di pintu Tol Tegal Karang Gempol. Pihaknya sudah mengarahkan kendaraan roda dua untuk melalui pertigaan Palimanan dan menggunakan jalur Palimanan-Kedawung. Sedangkan untuk kendaraan roda empat kita arahkan untuk masuk ke Tol Palikanci agar terhindar penumpukan.

“Kami juga sudah menyiapkan sedikitnya 13 pos pam dan 82 pos gatur yang akan mengatur arus lalulintas pada saat arus mudik secara bergantian. Jumlah personil sendiri kita sudah menyiapkan sedikitnya 1610 personil yang terdiri anggota Polri 990 personil, Kodim 150 personil, Dishub 30 personil, Pol PP 80 personil, senkom 30 personil, kesehatan 30 personil, damkar 160 personil dan brimob 100 personil,” tegasnya.

Selain personil yang sudah disiapkan, menurut Kapolres pihaknya juga akan mendapatkan pasukan tambahan dari Mabes Polri sebanyak 200 personil yang akan datang diperkirakan pada hari Selasa (22/7) dan akan langsung menempati titik yang sudah disiapkan.

Sementara untuk rekayasa apabila terjadi kemacetan di Tegal Karang, Kapolres menjelaskan, apabila volume kendaraan khususnya roda empat membludak, maka akan terjadi crossing di pintu tol Tegal Karang. Untuk kendaraan roda empat yang menggunakan lajur kanan akan diarahkan langsung menuju jalan tol, sedangkan untuk kendaraan yang menggunakan lajur kiri akan menggunakan jalur ander pass dengan menggunakan sistim contra flow dengan jalur yang digunakan untuk arah Cirebon ke Jakarta.

“Jalur masuk kejalan tol ada dua arah yang pertama kendaraan dari arah Jakarta yang menggunakan jalur kanan akan disarankan masuk langsung dan menggunakan satu jalur yang mengarah ke Jakarta untuk lajur masuk kedalam tol, sehingga dengan sisitim ini kemacetan bisa cepat terurai,” jelasnya. (Adk/CNC)

SUMBER, (CNC).- Sebanyak156 anggota kepolisan dari Polres Cirebon, naik satu tingkat dari pangkat sebuelumnya, kenaikan pangkat dilakukan secara simbolis oleh Kapolres Cirebon AKBP Irman Sugema di halaman Mapolres Cirebon, Jl Dewi Sartika Sumber No. 1 Cireebon, Senin (30/6).

Dari 156 anggota yang pangkatnya dinaikan satu tingkat diantaranya adalah berpangkat AKP menjadi Kompol 1 orang, IPTU ke AKP 1 orang, AIPDA ke AIPTU sebanyak 53 orang, BRIPKA ke AIPDA 10 orang, BRIGADIR ke BRIPKA 31 orang dan BRIPTU ke BRIGADIR 60 orang.

Dalam sambutannya Kapolres Cirebon AKBP Irman Sugema mengatakan, dalam kenaikan pangkat tersebut, perlu disadari bahwa kenaikan ialah hak seluruh anggota kepolisian, namun hal tersebut tidak lepas dari kerja keras kita semua.

“Kenaikan pangkat bagi anggota kepolisian tidaklah mudah, perlu kerja keras dan sisiplin yang tinggi dari setiap anggota, Polri tidak membutuhkan anggota yang hanya kerjanya duduk manis, namun Polri membutuhkan anggota yang kreatif dan trampil dalam menjalani tugas-tugas sebagai mana mestinya,” ungkapnya.

Dimanapun anggota Polis bertugas, menurut Kapolres, hendaknya memberikan pelayanan terbaik dan ramah kepada masyarakat, seperti yang sudah tercantum dalam moto Polri yaitu, Senyum, Sapa, Salam kepada masyarakat.

“Oleh karena itu perlu ketahui, dibalik kebanggaan kenaikan pangkat yang diraih anggota kepolisian, harus diikuti dengan kerja keras,” tambahnya.

Kapolres berharap kepada semua anggota yang dinaikan Pangkatnya, pihaknya berharap jadilah Polisi yang modern dan profesionala dalam menjalankan tugasnya, kenaikan pangkat tersebut bagian dari pada pembinaan karir terhadap anggota Polri yang dipandang dan dinilai drajatnya untuk menjunjung tinggi Polri.

“Kami berharap kepada seluruh anggota yang pada hari ini naik pangkat, harus lebih baik dan lebih Profesionla dalam berkerja, sehingga memberikan pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik,”ujarnya. (Adk/CNC)

LOSARI, (CNC).- Crossing jalur di wilayah Tegalkarang Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon, antara kendaraan roda empat yang akan masuk jalur tol dan kendaraan roda dua yang menaiki fly over dan banyaknya pasar tumpah di beberapa wilayah Kabupaten Cirebon menjadi pokok bahasan utama kunjungan Kapolda Jawa Barat Irjen Mochamad Iriawan bersama rombongan di Pos Lantas Losari, Sabtu (28/6), saat memantau persiapan arus mudik 2014.

Kapolda kepada CNC mengatakan, secara keseluruhan hasil pantauan kesiapan jalur arus mudik di Jawa Barat yang dilakukan mulai dari Bandung, Nagrek, Garut, Limbangan, Malangpong, Gentong, Tasikmalaya, Kuningan dan Cirebon sudah siap. Namun pada jalur tengah Jatinangir-Kadipaten dalam kondisi rusak parah.

“Secara keseluruhan anggota kami sudah siap menghadapi musim mudik tahun ini,” terangnya.

Sementara untuk Kabupaten Cirebon sendiri menurutnya secara keseluruhan memang sudah siap tetapi ada hal yang menjadi kendala di antaranya titik crossing di jalur Tegalkarang dimana arus kendaraan dari arah Jakarta yang akan masuk tol dan kendaraan roda dua yang akan naik ke fly over serta adanya beberapa pasar tumpah karena banyaknya pedagang yang menggunakan bahu jalan dan juga kendaraan parkir dibahu jalan.

“Insya Allah akan diantisipasi oleh Polres, “jelasnya.

Sementara itu Kapolres Cirebon, AKBP Irman Sugema dalam paparannya menjelaskan tentang kesiapan anggota menghadapi persiapan musim mudik tahun 2014, menurutnya ada sekitar 81 pos gatur yang akan di jaga oleh 692 petugas. Selain itu pula secara keseluruhan ada 197 titik sasaran pengamanan dimana 105 pos prioritas berada pada rumah makan, SPBU dan jalan putar yang secara keseluruhan melibatkan 908 petugas dimana sebanyak 409 personil bantuan dari Brimob polda jabar, Ditlantas polda Jabar, Ditpolair Polda jabar dan 200 personil BKO Mabes Polri.

Sedangkan adanya bebrapa pasar tumpah disepanjang jalur pantura, Irman menjelaskan bahwa ada lima titik pasar tumpah disepanjang jalur pantura diantaranya pasar Tegalgubug Arjawinangun, Pasar Minggu, Pasar Pasalaran, Pasar Kue, dan Pasar Gebang, antisipasi yang dilakukan adalah melakukan penjagaan pagar betis gabungan polri, TNI, satpol PP dan Dishub yang bertugas selama 24 jam dengan dibagi 3 shift dan memasang pagar pembatas jalan untuk melakukan kanalisasi penyebrang jalan. “Di samping itu pula melakukan kerja sama dengan pengurus pasar dengan membuat kesepakatan kepada para pedagang untuk tidak berjualan dipinggir jalan pada H-7 dan H+7 serta adanya pemberian intensif kepada para tukang becak yang dilakukan pemda Cirebon untuk tidak beraktifitas pada H-4 dan H+4,” terang Irman. (Wawi/CNC)

SUMBER, (CNC).- Makin maraknya peredaran miras dan narkoba yang ada di wilayah Kabupaten Cirebon, membuat Jajaran kepolisian dari Polres Cirebon berinisiatif untuk mengadakan lomba Desa Bebas Pekat (penyakit masyarakat.- Red). Hal ini disampiakan Kapolres Cirebon AKBP Irman Sugema usai mengahadiri pemusnahan ribuan minuman keras dan narkoba di Lapangan Rangga Jati Sumber, Kamis (26/6).

“Setiap tahun peredaran miras di wilayah Kabupaten Cirebon meningkat. Dengan peningkatan itu perlu juga kewaspadaan oleh semua pihak, karena tidak menutup kemungkinan Kabupaten Cirebon menjadi daerah pemasaran untuk miras dan narkoba,” tandasnya.

Peningkatan yang terjadi dalam peredaran miras yang terjadi di Kabupaten Cirebon menurut Kapolres, beberapa jenis narkoba seperti putau dan heroin sudah mulai masuk ke Kabupaten Cirebon, yang sebelumnya peredaran narkoba hanya didominasi oleh jenis Ganja, trihek dan tramadol. “Saya menghimbau kepada pemerintah daerah, kalau kita sudah sering merazia dari minuman keras dan narkoba, dan juga masih banyak yang mengkonsumsi miras dan narkoba, untuk itu kami mengajak semua lapisan masyarakat dengan cara dilombakan saja, untuk bebas penyakit masyarakat,” tandasnya.

Dengan adanya lomba Desa bebes pekat ini menurut Kapolres, diharapkan ini bisa memacu masyarkat untuk bersama-sama bebas dari penyakit masyarakat.

Sementara itu Wakil Bupati Cirebon, Tasiya Soemadi Algotas menyambut positif ide dari Kapolres untuk mengadakan lomba desa bebas Pekat tersebut. “Kami akan mengusulkan melalui musrenbang sehingga nanti akan dianggarkan dan tidak melanggar aturan yang ada,” ungkapnya.

Diharapkan dengan adanya lomba tersebut menurut Tasiya Soemadi Algotas, masyarkat akan berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik dan juga bisa sebagai kebanggan. “Peredaran narkoba di Kabupaten Cirebon ini sudah sangat parah, untuk itu kami meminta kerjasama dari semua lapisan masyarakat utnuk bersama-sama memerangi peredaran gelap narkoba,” tandasnya. (Adk/CNC)

Page 1 of 5