GEGESIK, (CNC).- Kapolres Cirebon, AKBP Chiko Ardwiatto, menggelar Safari Kamtibmas bersama Muspika, tokoh agama dan tokoh masyarakat Kecamatan Gegesik dan Kaliwedi, Rabu (12/11)

Acara yang dihelat di pendopo balai desa Gegesik Kidul tersebut dihadiri sekira 200-an undangan dari 23 desa di dua kecamatan. Sedianya, sebagaimana terjadwal dalam undangan, acara akan dibuka mulai pkl 09.00 Wib, namun akhirnya diundur hingga dua jam. Praktis, acara dibuka jelang tengah hari. Kendati begitu, undangan tampak sabar menunggu kehadiran sang Kapolres baru.

Safari Kamtibmas, selain ajang perkenalan Kapolres AKBP Chiko Ardwiatto yang baru bertugas selama sekitar sebulan, juga dilakukan sebagai upaya untuk menjamin kondusifitas wilayah Kabupaten Cirebon.

Sebagaimana dikatakan Chiko, tantangan keamanan di wilayah Kabupaten Cirebon meliputi pemberantasan penyakit masyarakat, seperti: judi togel, sabung ayam, tindak kriminalitas gank motor, hingga ancaman ideologi ISIS.

Dalam kesempatan itu, Kapolres AKBP Chiko Ardwiatto juga mendengar keluhan, pertanyaan maupun dukungan dari segenap komponen tokoh masyarakat Kecamatan Gegesik dan Kaliwedi.

Diantaranya KH Sobirin Ismail, seorang tokoh agama asal Kaliwedi, meminta Kapolres untuk menguatkan penertiban knalpot bising yang dirasa meresahkan masyarakat. Permintaan itu direspon Kapolres dengan baik, karena hal itu juga telah menjadi gebrakan awal saat Kapolres baru bertugas dengan menginstruksikan para Kapolsek se-Wilayah Kabupaten Cirebon.

Kapolres juga menegaskan komitmennya untuk menjadikan aparat kepolisian sebagai contoh bagi masyarakat dalam menciptakan suasana kondusif dan rasa aman. Ia berjanji tak segan menindak keras bila anggotanya kedapatan terlibat tindak pidana dan perbuatan penyakit masyarakat. Ancaman tindakan pemecatan dengan tidak hormat (PTDH) pun dengan lantang ia sampaikan. Kapolres mendasarkan ketegasannya sesuai arahan Kapolri yang bertekad membangun Kepolisian sebagai institusi penegak hukum yang mampu melayani dan melindungi masyarakat.

Acara berlangsung sekira satu jam dan diakhiri doa penutup yang dibacakan Ketua MUI Kecamatan Gegesik. Seluruh jajaran Muspika dan tokoh kemudian berfoto bersama Kapolres. (Masrudi/CNC)

GUNA memperingati Hari Pahlawan, para anggota Kepolisian Resor Cirebon mengenakan pakaian khas pahlawan kemerdekaan. Sebuah pemandangan berbeda terpampang kala para perwira melangkah gagah berkeliling menyapa warga. Para anggota Kepolisian Resor Cirebon ini begitu berbeda, begitu ‘wah’ dengan seragam yang dikenakan. Pahlawan.

Seperti biasa, apel pagi menjadi hal wajib bagi mereka membuka hari. Namun, Senin (10/11), beberapa dari mereka tampak lebih sibuk dari biasanya. Rasa kebanggaan penuh penghormatan kental terasa di langit pagi Cirebon saat apel pagi digelar.

Kapolres Cirebon, AKBP Chiko Ardwiatto yang memimpin apel tampak begitu percaya diri mengenakan pakaian sang idola, Bung Karno. Sedangkan Wakapolres Kompol Rizal Marito tidak mau ketinggalan berperan layaknya sang wakil presiden, Mohamad Hatta. Nuansa putih mendominasi pakaian keduanya. Jas panjang dengan kerutan dipinggang serta kaca mata hitam memperkuat peran mereka sebagai dwi tunggal.

Tidak hanya dua pimpinan kepolisian saja, para kepala satuan dan anggota ikut meramaikan peringatan ini. Anggota pria tampak gagah dengan seragam tentara berwarna krem serta bambu runcing yang mereka kepal. Sementara polwan terlihat menawan dengan baju khas petugas medis.

“Untuk menghormati para pendiri bangsa, sejenak mengheningkan cipta untuk para arwah pahlawan yang gugur di medan perang. Mengheningkan cipta, dimulai,” ucap Chiko yang diikuti para anggota yang menundukan kepala. Suasana hikmat begitu terasa, apalagi para pengendara yang rela menepi untuk ikut serta mengheningkan cipta.

Peringatan ini diawali dengan apel pagi dan dilanjutkan konvoi mengitari beberapa ruas jalan Kabupaten Cirebon. Sebanyak dua mobil jip kuno dan dua sepeda motor klasik melengkapi perayaan ini. Tidak ketinggalan puluhan anggota lain tampak asyik mengayuh sepeda kumbang di jalanan. Peringatan Hari Pahlawan ini menjadi kali pertama diselenggarakan.

Menurut Chiko, kegiatan ini digelar untuk mengenang jasa para pahlawan. Melalui momentum Hari Pahlawan diharapkan setiap anggota memiliki rasa nasionalisme yang tinggi serta bangga atas dedikasi dari para pendiri bangsa.

“Ini bentuk untuk mengenang jasa pahlawan dan kita harus mendedikasi luhur jasa para pahlawan. Harapannya segala jerih payah para pahlawan diamalkan dalam keseharian di kepolisian dalam melayani dan mengayomi masyarakat,” ujar dia.

Konvoi ini sukses menarik perhatian warga. Tidak sedikit, khususnya kaum hawa, yang berlari menghampiri polisi untuk berfoto. Mereka mengaku senang dengan kegiatan ini karena dapat lebih mendekatkan diri dengan masyarakat. “Bagus ini, lucu. Banyakan kan jadi bagus. Tadi juga Pak Kapolres ngelewati,” ujar Wati (52) salah satu pengendara yang melintasi di jalan Dewi Sartika Sumber Cirebon. (Enon/CNC)

SUMBER, (CNC).- Polres Cirebon dalam waktu dekat secara akan resmi akan memberlakukan kanalisasi (jalan khusus roda dua) yang berada disepanjang jalan Ki Ageng Citra Yasa hingga Pasar Sumber. Sosialisasi pun telah dilakukan sejak dua pekan terakhir, Senin (11/11). Nantinya kanalisasi akan diaktifkan pada saat jam sibuk seperti pagi dan sore hari.

Pemberlakuan jalur khusus yang akan dipantenkan tersebut, didasari karena kepadatan arus sekaligus untuk menekan angka kecelakaan yang disebabkan kurang tertibnya masyarakat dalam mengendari kendaraan bermotor.

"Pemberlakuan jalur kanalisasi khusus selain akan mengurangi kecelakaan, sekaligus sebagai pembelajaran masyarakat akan pentingnya tertib lalu linatas di Cirebon,” kata Kapolres Cirebon, AKBP Chiko Ardiwiatto yang disampaikan Kasat Lantas AKP Erwin Syah.

Erwin juga mengatakan, setelah pemberlakukan jalur khusus secara resmi, nantinya juga polisi akan melakukan pemantauan dan melakukan tindakan penertiban bagi setiap pengendara yang melanggar.

"Jelas akan ada pemantauan dan tindakan penertiban bagi yang melanggar karena kita sudah sosialisasikan terlebih dahulu, " ungkap dia diruang kerjanya.

Sekaligus Erwin juga menghimbau kepada warga masyarakat agar tidak memarkirkan kendaraan- kendaraan di sepanjang jalur kanalisasi karena akan mengganggu jalur tersebut.

"Akan kita pasang rambu-rambu larangan parkir pada pemberlakukan jalur khusus kanalisasi tersebut,” tegasnya. (Enon/CNC)

SUMBER, (CNC).- Guna memberi rasa aman dan disiplin dalam berkendara, pihak kepolisian dari Satlantas Polres Cirebon menerapkan program jalur khusus sepeda motor sepanjang Jl Sultan Agung, Sumber Cirebon, Kamis (6/11).

Kapolres Cirebon Kabupaten, AKBP Chiko Ardianto melalui Kasat Lantas, AKP Erwinsyah kepada awak media mengatakan, pemasangan ring road di jalur kiri di kawasan tertib lalu lintas yang diharapkan dengan adanya program yang masih dalam tahap himbauan dan sosialisasi tersebut bisa terus berjalan dan memberikan hal positif bagi masyarakat.

“Kami sengaja melakukan program himbauan dan sosialisasi terhadap jalur khusu sepeda motor ini kepada masyarakat, untuk menciptakan suasana kondusifitas dan disiplin bagi para pengendara. Dan program tersebut sengaja dilakukan di jalur kiri di kawasan tertib lalu lintas yang bekerja sama dengan berbagai instansi,” ujarnya.

Selain melaksanakan sosialisasi jalur khusus buat sepeda motor ini menurut Erwin, pihaknya memang sengaja melakukan suatu kegiatan yang namanya program analisasi kendaraan roda dua lajur kiri di kawasan tertib lalu lintas, program ini memang sudah disampaikan oleh bapak Kapolres Cirebon, dan pihaknya bersama dengan instansi terkait seperti PU, Desperindag, Dan Cipta karya yang merupakan bagian dari forum komunikasi lalulintas, adalah suatu program uji coba kanalisasi roda dua jalur kiri, sehingga nanti akan direalisasikan secara bertahap, bukan hanya hari ini saja, sesuai dengan kesepakatan bersama instansi terkait, dan rencananya akan dilakukan terus sampai dengan hari minggu.

“Hal itu dilakukannya juga bertujuan agar masyarakat memahami dan mengerti tentang tata tertib lalu lintas. Kita juga sosialisasikan kepada semua masyarakat agar dapat memahami dan mengerti kaitannya dengan program yang kami lakukan ini. Kemudian setrelah program uji coba ini nanti juga kita akan mencoba melakukan program ini seterusnya, yang akan bekerja sama dengan instansi terkait untuk menyediakan rambu-rambu lalu lintas dan akan kita siapkan pos pemantauan secara terpadu dalam rangka optimalisasi kegiatan program yang kita lakukan dengan melibatkan pihak Satpol PP,” ujarnya. (Adk/CNC)

WERU, (CNC).- Mengantisipasi tindak kriminalitas usai pelaksanaan konser salah satu band nasional di kawasan Pilang Cirebon, jajaran kepolisian dari Polsek zona tenggah melakukan razia kendaraan roda dua, dari razia tersebut pihak kepolisian berhasil mengamankan dua orang yang kedapatan membawa senjata tajam, Sabtu (1/11).

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, petugas kepolisan dari gabungan polsek yang berada di zona tengah yang menggelar oprasi berhasil mengamankan puluhan kendaraan yang tidak dilengkapi dengan surat-surat kendaraan yang lengkap.

Tidak hanya itu, petugas juga berhasil mengamankan sajam jenis kujang dan sangkur dari beberapa pengguna kendaraan yang terkena razia. Diketahui sajam jenis kujang tersebut merupakan milik dari Fadli (22) dan Rahmat (24) keduanya adalah warga Desa Tegalgubug Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon, Sedangkan sajam jenis sangkur diketahui milik Nanang (24) dan Hendri (21) keduanya adalah warga Desa/Kecamatan Sukagumiwang Kabupaten Indramayu.

Salah satu pelaku, mengaku kalau membawa sajam itu hanya untuk berjaga-jaga saat pulang nonton konser. “Daerah Pantura kan rawan, apa lagi sekarang lagi ramai geng motor, makanya saya bawa itu untuk berjaga-jaga saja,” ujar Fadli, singkat.

Selain mengamankan 4 pemuda yang kedapatan membawa senjata tajam, razia gabunga terebut juga berhasil mengamankan salah satu pemuda yang kedapatan membawa VCD porno, yang ditaruh di dalam jok motornya. 3 buah VCD porno tersebut di bawa oleh Rizky (19) warga Desa Kepuh Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon.

Terpisah Kapolres Cirebon AKBP Chiko Ardwiatto, melalui Kapolsek weru Kompol Suyono, mengatakan, hasil dari kegiatan Razia tersebut pihaknya berhasil mengamankan sedikitnya 16 Lembar STNK, dan 55 Kendaraan Roda dua yang tidak bisa menunjukan Surat-surat kendaran, 2 buah Senjata Tajam.dan 3 keping VCD Porno.

“Kegiatan tersebut atas perintah atasan untuk mengantisipasi Tawuran, atau teror, dengan sasaran Senpi, Sajam, dan obat-obatan terlarang, kegiatan tersebut dilakukan secara Rutin, Setiap malam minggu,” ujarnya kepada awak media.

Sementara untuk pelaku yang kedapatan membawa senjata tajam, menurut Suyono, pihaknya akan menerapkan UU no 12 tahun 1951 tentang senjata tajam. (Adk/CNC)

SUMBER, (CNC).- Guna mengantisipasi pergerakan masa yang akan menuju Jakarta guna mengikuti acara pelantikan presiden yang dilakuakan pada hari ini, (Senin, 20/10), jajaran kepolisian deri Polres Cirebon, mulai memperketat perbatasan yang akan masuk dan keluar wilayah Cirebon. Hal tersebut disampaikan oleh AKBP Chiko Ardwiatto, usai menjadi piminan apel kesiapan pengaman dalam rangka pengaman dan pengambilan sumpah/janji Presiden dan Wakil Presiden terpilih, di Halaman Mapolres Cirebon, Minggu (19/10).

“Antisipasi kita, dalam menghadapi kegiatan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, adalah melakukan kegiatan penyekatan di beberapa titik khusunya pintu masuk yakni di perbatasan Jawa Barat dan Jawa tengah yakni di daerah Losari, dan juga pintu keluar yakni di daerah Susukan yang berbatasan dengan wilayah Indramayu,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi ganguan kantibmas dalam pelaksanaan pelantikan Presiden dan wakil Presiden di Wilayah hukum Polres Cirebon, menurut Kapolres, pihaknya sudah menyiapkan sedikitnya 700 personil dari kepolisan ditambah dari satuan Samping seperti Brimob dan juga TNI.

Disinggung mengenai adanya pergerakan masa dari Cirebon menuju Jakarta guna menghadiri acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, diakui Kapolres, ada beberapa orang yang akan berangkat ke Jakarta, namun itu hanya sebatas petinggi partai politik yang memang di undang untuk menghadiri acara pelantikan tersebut.

“Yang akan berangkan mungkin hanya ketua DPC dan sejumlah kader partai, namun untuk masa dalam jumlah besar, saya kira belum ada dan jangan sampai ada, karena Jakarta sudah sangat padat sekali,” katanya.

Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang akan dilakukan di Gedung DPR/MPR-RI nanti, dipastikan situasi kantibmas di wilayah hukum Cirebon, menurut Kapolres, masih dalam keadaan kondisif. “Dari hasil laporan baik dari Satuan ditingkat Kecamatan maupun Desa/kelurahan belum ada potensi kearah ganguan kantibmas,” tambahnya. (Adk/CNC)

WERU, (CNC).- Dua orang pemuda yang kedapatan membawa senjata tajam jenis clurit diamankan pihak kepolisan dari Polsek Weru, Polres Cirebon, dalam razia kendaraan yang dilakukan rutin setiap malam minggu di depan Mapolsek Weru, Sabtu (18/10) sekitar pukul 22.00 Wib.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kedua pemuda yang diketahui berinisial S (17) dan EF (18) keduanya adalah warga Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon.

Kedua pemuda yang sepulang dari menonton konser salah satu bend Ibu Kota yang dilaksanakan di Kota Cirebon tersebut, diketahui sengaja membawa sajam tersebut dari rumahnya. Petugas kepolisan gabungan dari beberapa polsek yang berada di zona tengah yang sedang melakukan razia rutin pun kemudian mengamankan dua pemuda dan juga barang bukti berupa senjata tajam dan juga kendaraan yang dibawa oleh kedua pelaku tersebut.

Dalam razia yang dilakukan selama kurang lebih 3 jam tersebut selain mengamankan senjata tajam, petugas pun mengamankan minuman tradisional berupa minuman Tuak yang di bungkus di plastik dan aqua Botol dari tangan 3 pemuda pemuda yang hendak melakukan pesta minuman Keras setelah pulang dari tontonan Konser. Mereka bertiga didata dan diberikan pengarahan, kemudian dilakukan pemanggilan dan membuat surat perjanjian tidak mengulangi lagi perbuatanya.

Kapolres Cirebon Kabupaten AKBP Chiko Ardwiatto melalui Kapolsek Weru Kompol H. Suyono mengatakan bahwa gita Razia kendaraan Rutin setiap malam minggu ini dalam Rangka Cipta kondisi menjelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.

“Kami melakukan Razia berdasarkan perintah atasan untuk melakukan antisipasi menjelang pelantikan presiden, dan juga kebetulan malam ini bertepatan adanya Konser diwilayah Kota Cirebon, kami melakukannya untuk mengantisipasi terjadinya kekeributan dijalanan,” ujarnya kepada awak media.

Dalam razia tersbut diakui Kapolsek, pihak nya berhasil mengamankan satu buah clurit dari tangan dua pemuda yang diduga akan digunakan dalam aksi kerusuhan dalam konser tersebut. “Pemilik dari sajam ini akan kami kenakan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat,” tegasnya. (Adk/CNC)

DEPOK, (CNC).- Dede Rosadi (52) warga Desa Penongan Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon, yang mengaku sebagai pensunan dari PT Pertamina di Karawang, diamankan pihak kepolisan dari Polsek Depok, Polres Cirebon, karena dituding telah melakukan penipuan terhadap sejumlah warga di Kecamatan Plumbon dan Kecamatan Klangenan, Jumat (17/10).

Kepada awak media saat ekspos yang dilakukan di Polsek Depok, Dede mengakui kalau dirinya sudah menipu 3 orang warga Kecamatan Plumbon dan 2 orang warga kecamatan Klangenan dengan dijanjikan akan bekerja di salah satu perusahaan BUMN di beberapa kota di Jawa Barat.

“Awalnya saya menghubungi korban melalui telphon, setelah korban yakin, baru saya ketemu dengan korban dan meminta sejumlah uang tergantung posisi yang akan dilamar oleh korban,” ucapnya.

Dikatakan Dede, unutuk posisi pekerjaan sebagai sopir, dirinya meminta uang kepada korbannya sebesar Rp 3.5 Juta, sedangkan korban yang akan melamar sebagai karyawan tetap akan dikenakan tarif sebesar Rp 5.5 Juta sedangkan untuk ketua kelompok pemborong, dirinya member tariff sebesar Rp 15.5 Juta. “Seluruh uang yang saya dapatkan dari 5 orang tersebut sekitar Rp 38 Juta, dan uang nya sudah saya belanjakan untuk kepentingan sehari-hari,” ucap bapak yang memiliki 3 orang anak tersebut.

Sementara itu, Kapores Cirebon AKBP Chiko Dwiatto melalui Kapolsek Depok AKP Sobiri, membenarkan adananya penangkapan pelaku penipuan tenaga kerja tersebut. Tersangka melakukan aksinya antara bulan Juli-September 2014.

“Pelaku menjanjikan kepada korbannya bisa memasukan kerja ke salah satu perusahaan BUMN, dan untuk korban yang ada diwilayah hukum Polsek Depok ini ada sekitar 3 orang dengan kerugian sekitar Rp 40 juta,” ucapnya kepada awak media.

Modus dari pelaku menurut Sobirin, menawarkan pekerjaan kepada korbannya ke salah satu perusahaan BUMN, dengan diiming-imingi gaji yang cukup besar yakni antara Rp 4-7 Juta/Bulan. “Untuk meyakinkan korbannya, pelaku juga memalsukan surat-surat dari BUMN yang akan dijadikan tempat kerja oleh korbannya,” katanya.

Tersangka menurut Sobirin akan dikenakan dengan pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman selama 4 tahun kurungan. “Untuk korban dari aksi penipuan yang dilakukan pelaku ini cukup banyak, tidak hanya di wilayah hukum polsek Depok saja,” tambahnya. (Adk/CNC)

PLUMBON, (CNC).- Acara safari Kamtibmas yang dilakukan Kapolres Cirebon AKBP Chiko Ardwiatto beserta jajaran dengan tokoh masyarakat, agama dan pemuda dari Kecamatan Depok dan Plumbon, yang dilakukan di GOR Desa Kebarepan Kecamatan Plumbon, banyak sekali kritikan dari masyarakat, di dua kecamatan tersebut, Selasa (14/10).

Bentuk ktitikan dari masyarakat tersebut bermacam-macam, dari mulai pelayanan terhadap masyarakat yang lamban, marak nya peredaran miras dan penyakit masyarakat lainnya, bahkan ada juga masyarkat yang mengadu kepada Kapolres, kalau ada oknum anggota polisi yang masih suka mabuk-mabukan.

Menggapi keluhan masyarakat tersebut, Kapolres Cirebon mengatakan, Polisi adalah manusia, dan juga yang melanggar aturan yang ada, dan yang melanggar ini adalah oknum. Y ang mana dalam kepolisian ada seksi Propam yang bertugas untuk melakukan penindakan terhadap polisi-polisi yang melakukan pelanggaran.

“Informasi dari masyarakat ini sangat bermanfaat sekali, dan akan kami akan sampaikan kepada anggota untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak terpuji, yang berdampak kepada tidak percayanya masyarakat kepada pihak kepolisian,” ungkap Kapolres Kepada awak media, usai acara tersebut.

Dikatakan Kapolres, Polisi boleh malakukan kegiatan-kegiatan yang dianggap tidak terpuji dengan catatan sedang tidak melakukan dinas, namun kalau pada saat jam dinas dan tujuan penyidikan itu yang akan jadi masalah dan hal tersebut tidak boleh dilakukan oleh anggota Polisi.

Disinggung mengenai masih banyaknya anggota Geng motor yang melakukan aksi mengancam masyarakat, Kapolres mengatakan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas dan juga tidak akan memberikan peluang terhadap geng motor untuk melakukan aksi teror atau yang bersifat anarkis kepada masyarakat.

“Penindakan terhadap geng motor ini bertahap dari mulai pencegahan, dan apa bila dalam pelaksanan nya geng motor ini melawan petugas, maka kita akan melakukan tindakan tegas,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Plumbon, Dedi Susilo mengatakan, untuk mengatasi beberapa permasalahan kantibmas di wilayah nya, pihak nya akan segera melakukan kordinasi dengan perangkat desa untuk meminimalisir ganguan kantibmas yang ada di daerahnya masing-masing. “Kita hanya berupaya untuk mencegah, bukan untuk menindak, karena kewenangan penindakan ada di tangan pihak kepolisian,” pangkasnya. (Adk/CNC)

SUMBER, (CNC).- Seluruh Jajaran perwirah menengah dan juga perwira pertama, di lingkungan Polres Cirebon, menjalani tes urine, yang dilakukan serentak usai pelaksanaan apel pagi di Mapolres Cirebon di Jl Dewi Sartika No 1 Sumber Cirebon, Selasa (14/10).

Kapolres Cirebon AKBP Chiko Ardwiatto mengatakan, tes urin yang dilakukan ini sengaja dilakukan secara mendadak, dan tes urine ini adalah sebagai salah satu upaya untuk penertiban dilingkungan Polres Cirebon yang dimulai dari perwira tingkat menengah hingga perwira tingkat pertama. “Hasil dari tes urine ini akan menjadi acuan saya untuk melakukan tindak lanjut, khususnya penindakan terhadap anggota yang terlibat dalam penggunaan narkoba,” katanya.

Hasil tes urin ini menurut Kapolres, baru akan diketahui setelah mendapat laporan dari Laboratorium kesehatan daerah (Labkesda). “Saya lakukan tes urin ini adalah sebagai langkah prefentif, jangan sampai ke bablasan, kalau tidak dilakukan secara mendadak nanti tidak aka nada efek jera kepada anggota kepolisian yang mungkin masih atau pernah menggunakan Narkoba,” ujarnya.

Kalau ditemukan perwira yang positif menggunakan Narkoba dalam tes urine tersebut, dikatakan Kapolres, pihak nya akan memberikan sangsi disiplin dan juga sangsi jode etik kepada perwira yang terbukti tersebut. “pemberian disipilin dan juga kode etik akan kita sesuaikan dengan aturan yang berlaku sesuai dengan perkap no 44,” tandasnya. (Adk/CNC)

Page 1 of 7